Melihat juz 27
Melihat juz 27
Adh-Dhariyat
.51
The Winnowing Winds
Ibrāhīm bertanya, "Apakah urusanmu, hai para utusan?"
Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Lūṭ),
agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah (yang keras),
yang ditandai di sisi Tuhan-mu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas"1.
Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Lūṭ itu.
Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang yang berserah diri1.
Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda1 bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih.
Dan juga pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Firʻawn dengan membawa mukjizat yang nyata.
Maka dia (Firʻawn ) berpaling (dari iman) bersama tentaranya dan berkata, "Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila".
Maka Kami siksa dia dan tentaranya lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, sedang dia melakukan pekerjaan yang tercela.
Dan juga pada (kisah) ʻĀd ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan,
angin itu tidak membiarkan satu pun yang dilandanya, melainkan dijadikannya seperti serbuk.
Dan pada (kisah) kaum Ṡamūd ketika dikatakan kepada mereka, "Bersenang-senanglah kalian sampai suatu waktu".
Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan-nya, lalu mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.
Maka mereka sekali-kali tidak dapat bangun dan tidak pula mendapat pertolongan,
dan (Kami membinasakan) kaum Nūḥ sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa
Dan bumi itu Kami hamparkan; maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami).
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.
Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain disamping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, "Ia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila".
Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.
Maka berpalinglah kamu dari mereka, dan kamu sekali-kali tidak tercela.
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.
Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi sangat kukuh.
Maka sesungguhnya untuk orang-orang zalim ada bagian (siksa) seperti bagian teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku menyegerakannya.
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang kafir pada hari yang diancamkan kepada mereka1.
Demi bukit1,
dan kitab yang ditulis,
pada lembaran yang terbuka,
dan demi Baitul Makmur1,
dan atap yang ditinggikan (langit),
dan laut yang di dalam tanahnya ada api,
sesungguhnya azab Tuhan-mu pasti terjadi,
tidak seorang pun yang dapat menolaknya,
pada hari ketika langit benar-benar berguncang,
dan gunung benar-benar berjalan.
Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,
(yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan,
pada hari mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.
(Dikatakan kepada mereka), "Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya".
Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?
Masukklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan,
mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka.
(Dikatakan kepada mereka), "Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan",
mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.
Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka1, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.
Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.
Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa.
Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.
Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling bertanya.
Mereka berkata, "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)".
Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.
Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.
Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Tuhan-mu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila.
Bahkan mereka mengatakan, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya".
Katakanlah, "Tunggulah, maka sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu".
Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?
Ataukah mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) membuat-buatnya". Sebenarnya mereka tidak beriman.
Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al-Qur`ān itu jika mereka orang-orang yang benar.
Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?
Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).
Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhan-mu atau merekakah yang berkuasa?
Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata.
Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki?
Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?
Apakah ada pada sisi mereka pengetahuan tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya?
Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Maka orang-orang yang kafir itu, merekalah yang kena tipu daya.
Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur, mereka akan mengatakan, "Itu adalah awan yang bertindih-tindih".
Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan,
(yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikit pun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong.
Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain itu1. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhan-mu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhan-mu ketika kamu bangun berdiri,
dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar)1.
Demi bintang ketika terbenam,
kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru,
dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur`ān) menurut kemauan hawa nafsunya.
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),
yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,
yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli,
sedang dia berada di ufuk yang tinggi.
Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi,
maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).
Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya1.
Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?
Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
(yaitu) di Sidratul Muntaha1.
Di dekatnya ada surga tempat tinggal,
(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhan-nya yang paling besar.
Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al-Lāta dan Al-ʻUzzā,
dan Manāh yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)1?
Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?
Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.
Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengadakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.
Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?
(Tidak), maka hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.
Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridai-(Nya).
Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan.
Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan pun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.
Maka berpalinglah, (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.
Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dia-lah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).
(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhan-mu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dia-lah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.
Maka apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari Al-Qur`ān)?
Serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi?
Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang gaib, sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan)?
Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa?
dan lembaran-lembaran Ibrāhīm yang selalu menyempurnakan janji?
(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,
dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,
dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).
Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,
dan bahwasanya kepada Tuhan-mulah kesudahan (segala sesuatu),
dan bahwasanya Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,
dan bahwasanya Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan,
dan bahwasanya Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan.
dari air mani, apabila dipancarkan.
Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati),
dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan,
dan bahwasanya Dia-lah Tuhan (yang memiliki) bintang Syiʻrā1,
dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum ʻĀd yang pertama,
dan kaum Ṡamūd. Maka tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup).
Dan kaum Nūḥ sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka,
dan negeri-negeri kaum Lūṭ yang telah dihancurkan Allah1,
lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya.
Maka terhadap nikmat Tuhan-mu yang manakah kamu ragu-ragu?
Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang terdahulu.
Telah dekat terjadinya hari kiamat.
Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah.
Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?
Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis?
Sedang kamu melengahkan(nya)?
Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).
Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan1.
Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, "(Ini adalah) sihir yang terus menerus".
Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya1.
Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran),
Itulah suatu hikmah yang sempurna, maka peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka).
Maka berpalinglah kamu dari mereka. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan),
sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan,
mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, "Ini adalah hari yang berat".
Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nūḥ, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nūḥ) dan mengatakan, "Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman".
Maka dia mengadu kepada Tuhan-nya, "Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)".
Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.
Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan.
Dan Kami angkut Nūḥ ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku,
Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nūḥ).
Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur`ān untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?
Kaum ʻĀd pun telah mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.
Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus,
yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok kurma yang tumbang.
Maka betapakah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur`ān untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?
Kaum Ṡamūd pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu).
Maka mereka berkata, "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila",
Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong".
Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong.
Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah.
Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu)1; tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran).
Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya.
Alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.
Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur`ān untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?
Kaum Lūṭ pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya).
Sesungguhnya Kami telah mengembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Lūṭ. Mereka Kami selamatkan sebelum diwaktu sebelum fajar menyingsing,
sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
Dan sesungguhnya dia (Lūṭ) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu.
Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.
Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal.
Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku1.
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur`ān untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?
Dan sesungguhnya telah datang kepada kaum Firʻawn ancaman-ancaman.
Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami kesemuanya1, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa
Apakah orang-orang kafirmu, (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu1, atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam Kitab-kitab yang dahulu?
Atau apakah mereka mengatakan, "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang".
Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.
Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka.
(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), "Rasakanlah sentuhan api neraka!"
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata.
Dan sesungguhnya telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan1.
Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai,
di tempat yang disenangi1 di sisi Tuhan Yang Berkuasa.
(Tuhan) Yang Maha Pemurah,
Yang telah mengajarkan Al-Qur`ān .
Dia menciptakan manusia,
mengajarnya pandai berbicara.
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan, kedua-duanya tunduk kepada-Nya.
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk-(Nya).
Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
dan Dia menciptakan jin dari nyala api.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya1.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing1.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Dari keduanya keluar mutiara dan merjan.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Dan kepunyaan-Nya-lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
Dan tetap kekal Wajah Tuhan-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan1.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu, hai manusia dan jin.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga, maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (darinya).
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka1.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.
Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhan-nya ada dua surga1.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan merjan.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi1.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,
Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Maha Agung nama Tuhan-mu Yang Mempunyai kebesaran dan karunia.
Apabila terjadi hari kiamat,
terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal).
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),
apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya,
maka jadilah ia debu yang beterbangan,
dan kamu menjadi tiga golongan.
Yaitu golongan kanan1. Alangkah mulianya golongan kanan itu.
Dan golongan kiri1. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga).
Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah).
Berada dalam surga kenikmatan.
Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian1.
Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata,
seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.
Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
dengan membawa gelas, cerek, dan seloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,
mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,
dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.
Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli,
laksana mutiara yang tersimpan baik.
Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa,
akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.
Akhir Surah
The system theme automatically adapts to your light/dark mode settings
Gaya Uthmani bawaan Quran.com
Pratinjau
بِسْمِ ٱللَّهِ